sebanyak 1.260 lolos Pantukhir calon Brigadir Polisi

Surabaya (wartaonline.co.id) 30/5

Sebanyak 1.260 dari 1.922 calon Brigadir Polisi, lolos dalam sidang panitia penentu akhir (Pantukhir) dan berhak untuk mengikuti pendidikan calon Bintara (Caba) Polri. Para calon Brigadir Polisi ini merupakan hasil seleksi peserta yang mendaftar rekruitment tahun 2014.

Ribuan peserta yang lolos tersebut diumumkan dalam sidang pantukhir yang di gelar di Dyandra Gramedia Expo Jl. Basuki Rachmad, yang dipimpin langsung oleh Irjen Pol Unggung Cahyono Kapolda Jatim, Jumat (30/5/2014).

Kombes Pol Awi Setiyono Kabid Humas Polda Jatim mengatakan, dalam penerimaan calon Brigadir Polisi tahun 2014, Polda Jatim awalnya mendapatkan kuota 1.100, yang terdiri 722 Polisi Wanita (Polwan) dan 378 untuk Polisi Laki-laki (Polki). Namun, Mabes Polri memberikan kebijakan untuk menambah kuota. Dikarenakan antusias pendaftar di Jatim jumlahnya terbanyak dibandingkan provinsi lain.

“Polda Jatim mendapatkan angin segar dari Mabes Polri, dengan adanya tambahan kuota. Tambahan kuota , untuk Polwan bertambah 100 orang, dan untuk Polki bertambah 60,” kata Kombes Pol Awi kepada wartawan, Jumat (30/5/2014).

Dia menambahkan, pada pendaftaran tahun ini Polda Jatim menempati rangking pertama di seluruh Indonesia. Dengan jumlah pendaftaran, melaui online dan manual sebanyak 36 ribu. Yang melakukan daftar ulang, jumlahnya mencapai 27 ribu.

“Ini jumlah yang luar biasa dan menunjukkan animo masyarakat, terhadap Polri semakin tinggi,” ujarnya.

Dalam penerimaan tahun 2014, kata Awi, jumlah Polwan lebih banyak dibandingkan Polki. Dan ini merupakan kebijakan dari Presiden untuk memperbanyak Polwan. Para Polwan ini nantinya akan ditempatkan di seluruh Polsek di Indonesia.

“Se-Indonesia Polwan yang diterima jumlahnya 7.000. Di Jatim animo pendaftar tinggi, sehingga ada penambahan kuota,” kata dia.

Dia menambahkan, untuk penerimaan di Madura, sebanyak 55 Polwan yang mendaftar semuanya dinyatakan lulus. Hal ini dikarenakan Madura dinilai tertinggal dibandingkan dengan daerah lain di Jawa Timur. Sehingga ada kebijakan dari Kapolda menyendirikan penerimaan yang di Madura.

“Diharapkan pendaftar dari Madura hanya bersaing dengan pendaftar yang berasal dari daerah yang sama,” ujarnya.

Mengenai lokasi pendidikan yang nantinya digunakan, Awi menambahkan, pendidikan untuk sekolah Polwan dilakukan di SPN Bangsal, Mojokerto dan SPN Gasum Porong, Sidoarjo. Sementara untuk Polki akan melakukan pendidikan di SPN NTB dan NTT.

“Khusus untuk Polwan tetap ditempatkan di SPN Jatim. Namun untuk Polki lokasi pendidikannya diluar Jatim. Mereka akan melaksanakan pendidikan selama tujuh bulan,” pungkasnya. (wak/ipg) suarasurabaya.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »