PT. Semen Indonesia, Rembang Targetkan selesai 2015

SURABAYA (wartaonline.co.id) 13/5
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (“Perseroan”) menargetkan pembangunan pabrik semen baru di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, selesai pada 2016. First Piling atau pemancangan pertama pabrik berkapasitas 3 juta ton semen per tahun itu akan dilakukan pada Juni 2014.
 
Dirut PT Semen Indonesia Dwi Soetjipto mengatakan, sejumlah persiapan telah dilakukan, seperti  penyiapan lahan, aktivitas engineering, hingga pengadaan peralatan. ”Pada Juni 2014, kami akan melaksanakan First Piling untuk proyek Pabrik Semen di Rembang,” kata Dwi Soetjipto Selasa (13/4/2014)
 
Setelah proses konstruksi sipil, mekanikal, kelistrikan, dan instrumen lainnya, kami berharap mayoritas peralatan telah terpasang dan bisa commissioning pada 2016. Kami menargetkan pabrik tersebut bisa beroperasi secara komersial diakhir 2016 untuk memperkuat penetrasi pasar Perseroan.
 
Investasi untuk membangun pabrik di Rembang mencapai Rp 3,717 triliun atau setara USD 134,20 per ton semen. Angka itu berada dalam kisaran nilai investasi per ton untuk transaksi sejenis, yaitu antara USD 116,17 sampai USD 264,71 per ton. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan pabrik Perseroan cukup efisien.
 
Seperti  pembangunan pabrik Semen Indonesia lainnya, pabrik Rembang juga dikerjakan secara swakelola yang menunjukkan kemampuan industri dalam negeri dalam mewujudkan pabrik semen modern. Pabrik ini didesain sebagai pabrik ramah lingkungan dengan konsumsi energi dan air yang minim serta memperbanyak ruang hijau.
 
Dwi Soetjipto mengatakan, pembangunan pabrik baru tersebut adalah bagian dari upaya Perseroan dalam memberikan kontribusi bagi perekonomian lokal melalui penyerapan tenaga kerja dan pembayaran pajak serta retribusi daerah. Selama masa pengerjaan proyek, jumlah tenaga kerja yang terlibat mencapai 3.817 orang. Adapun pasca-proyek, tenaga kerja yang terlibat baik tenaga organik dan pendukung kurang lebih 1.100 orang.
 
Menurut Dwi Soetjipto pihaknya juga akan banyak mengajak pelaku usaha lokal untuk bermitra, baik ketika pembangunan berlangsung maupun saat pabrik sudah beroperasi. Misalnya, pelaku usaha lokal bisa menyuplai limbah pertanian untuk kami gunakan sebagai bahan bakar alternatif. Ke depan, dampak ekonomi akan semakin luas karena pembangunan dan operasional pabrik akan memicu timbulnya sektor ekonomi baru, seperti jasa transportasi, properti, kuliner, perhotelan, dan sebagainya. Belum lagi jumlah pembayaran pajak dan retribusi daerah yang cukup besar.
 
Perseroan juga mempunyai program tanggung jawab sosial perusahaan untuk mengembangkan masyarakat di sekitar pabrik melalui aktivitas pendidikan, bantuan sosial, bantuan pendidikan, hingga pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selama ini, program tanggung jawab sosial perusahaan untuk masyarakat Rembang dan sekitarnya sudah berjalan, termasuk mengundang pihak terkait untuk memastikan bahwa pembangunan pabrik tidak berdampak buruk ke lingkungan. ”Kami yakin ke depan bisa meningkatkan kontribusi Perseroan ke masyarakat, baik melalui kegiatan ekonomi secara langsung yang terkait operasional pabrik maupun melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.
 
Secara bisnis pembangunan pabrik ini dilakukan sebagai upaya Perseroan untuk mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar di industri semen nasional. Saat ini, desain kapasitas produksi Semen Indonesia Group mencapai 31,8 juta ton. Dengan ekspansi pabrik di sejumlah wilayah, termasuk Rembang, desain kapasitas produksi Perseroan diharapkan mencapai level 39,3 juta ton pada 2016 dan menjadi 40,8 juta ton pada 2017.
 
”Peningkatan kapasitas melalui pembangunan pabrik baru juga merupakan antisipasi Perseroan terhadap pertumbuhan permintaan semen di Indonesia seiring dengan proyek infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil. Dengan terus menambah kapasitas, kami bisa tetap menjadi market leader sekaligus memastikan bahwa industri semen nasional menjadi tuan rumah di negerinya sendiri,” kata Dwi Soetjipto..
 
Dari sisi strategi bisnis, pembangunan pabrik baru milik Perseroan mencerminkan strategi revenue management dengan fokus memperkuat pasar dan mengembangkan pasar baru pada daerah-daerah potensial. Pabrik Rembang, misalnya, akan memasok semen di area Jawa Tengah dan Jawa Barat bagian Timur. ”Dengan lebih dekat ke pasar, kami bisa menghemat biaya distribusi dan transportasi untuk memaksimalkan kinerja, sehingga kami bisa memberi manfaat maksimal kepada stakeholders,”jelas Dwi Soetjipto.
 
Kinerja Triwulan 1 2014
 
Memasuki 2014 yang semakin kompetitif, kinerja Semen Indonesia Group yang terdiri atas Semen Padang, Semen Tonasa, Semen Gresik, dan Thang Long Cement Vietnam semakin kokoh. Di pasar dalam negeri, kelompok perusahaan semen terbesar di Indonesia ini memimpin penguasaan pasar (market share) sebesar 43,8 persen.
 
Sepanjang triwulan I/2014, di pasar domestic Perseroan mencatat penjualan sebesar 6,2 juta ton, meningkat 3,5% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 5,9 juta ton. Pendapatan sebesar Rp 6,2 triliun, meningkat 11,4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,5 triliun. Laba bersih sebesar Rp1,3 triliun atau tumbuh 5,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,2 triliun.
 
Dengan strategi kami yang terpadu, mulai dari peningkatan kapasitas, perluasan jaringan dan fasilitas penunjang distribusi, kemampuan finansial yang memadai, serta peningkatan efisiensi. (nik/sob)
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »