Pemilik Tambang Timah Tewas Di sambar Petir

Bangka (wartaonline.co.id) 1/5

Hujan yang disertai petir dalam beberapa pekan terakhir di Bangka Belitung,kembali memakan korban.Dua orang warga sungailiat, kamis sore (1/4) tersambar petir di lokasi tambang timah,  dikawasan desa cung fo kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka.

Akibat sambaran tersebut, satu orang korban tewas di tempat, sedangkan  satu orang lainya menderita luka bakar/ sehingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Beginilah kondisi jasad supianto, warga parit satu lingkungan kuday, kecamatan sungailiat,kabupaten Bangka saat berada di kamar jenazah rumah sakit umum daerah (RSUD) Sungailiat.

Korban yang merupakan pemilik tambang Timah Inkonvensional (TI) dikawasan sungailiat,kabupaten bangka ini tewas akibat terkaena sambaran petir tepat di bagian dadanya.

Sedangkan rekan korban , sulianto, warga parit satu lingkungan kudai, kecamatan sungailiat, kabupaten Bangka, menderita luka bakar di beberapa bagian tubuhnya, sehingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit umum daerah RSUD Sungailiat.

Kejadian itu berawal, saat cuaca disekitar tambang mendung disertai hujan, kedua korban menghentikan aktifitasnya dan berlindung didalam sebuah camp yang tak jauh dari lokasi tempat mereka menambang pasir timah.

Saat berada di dalam camp, tiba-tiba kilatan petir menyambar ke arah camp dan mengenai supianto, sehingga tubuh supianto pun langsung terkulai lemas tak berdaya.

Sedangkan rekan korban, sulianto, yang berada tak jauh dari korban, juga terkena sambaran petir tersebut, sehingga tubuh keduanya roboh seketika.

Mengetahui hal tersebut, salah satu rekan korban lainnya yang saat kejadian  berada diluar camp , langsung membawa kedua rekannya yang tersambar petir tersebut ke rumah sakit setempat/ guna memdapatkan pertolongan medis.

Dari hasil visum terhadap jasad supianto, ditemukan bekas luka bakar di bagian dada dan pada bagian punggung korban.

Hingga saat ini, rekan korban yang selamat dalam insiden tersebut, masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit umum daerah RSUD sungailiat, akibat menderita luka bakar cukup serius dibagian pinggang dan punggung korban, sedangkan jasad supianto, dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

Sepanjang tahun 2014 dibangka Belitung, sedikitnya sudah menelan sembilan orang korban akibat tersambar petir diloakasi tambang, enam orang korban mengalami luka bakar/ sedangkan tiga orang korban lainnya tewas. (fat/sob)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »