Napi Di Lumajang di Aniaya Teman Satu sel

Lumajang -Jawa Timur (wartaonline.co.id) 27/5

Jupriyanto, staf Pengadilan Negeri (PN) Lumajang yang saat ini berstatus sebagai Napi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2B Lumajang menjadi korban penganiayaan oleh rekan satu selnya.

Pria yang tercatat sebagai warga Desa Mojosari, Kecamatan Sumbersuko ini, hingga Selasa (27/5/2014), terpaksa harus dirawat intensif di RRD dr Haryoto Lumajang.

Pria yang ditahan atas kasus penipuan terhadap sejumlah calon PNS ini, mengalami luka melepuh disekujur tubuhnya. Diantaranya di bagian kaki, tangan dan bahkan kemaluannya.

Luka bakar ini disebabkan modus penganiayaan yang dilakukan rekan-rekan satu sel korban, yakni menetesi dengan kantung plastik bakar.

Sedangkan untuk pelakunya, teridentifikasi bernama Hadis, Effendi alias Pendik, Riady dan Pak Mun. “Hadis dan Effendi merupakan Napi untuk kasus 365 atau perampokan. Sedangkan, Riady dan Pak Mun Napi untuk kasus perlindungan anak,” kata Iwan Gunawan, Kepala Keamanan Lapas.

Lebih lanjut diterangkan oleh Iwan, penganiayaan ini diduga terjadi sejak Kamis (22/5/2014) lalu dan baru diketahui Jumat (23/5/2014) pagi. Saat itu, Napi yang menjadi kepala kamar sel ahanan melaporkan bahwa ada seorang napi lainnya yang sakit.

Terbongkarnya napi yang menjadi korban penganiayaan rekan satu selnya ini, kemudian ditindaklanjuti pihak Lapas dengan melakukan penyelidikan.

“Untuk penanganannya, kami laporkan ke Polres Lumajang. Sementara ini, penganiayaan terhadap Jupriyanto ini dipicu karena korban stress selama mendekam di tahanan. Dan, keempat terduga pelaku penganiayaannya ingin ngetes apakah korban benar-benar stress atau pura-pura stress saja,” paparnya.

Menurutnya, napi lainnya juga kerap terganggu dengan kondisi Jupriyanto yang stress. Apalagi, kondisi stress Jupriyanto ini dicurigai napi lainnya hanya sebagai kedok saja. Pasalnya ketika mendapat kunjungan dari keluarganya, kondisi Jupriyanto tidak seperti orang stress.

Akibat tindak pidana penganiayaan ini, lanjut Iwan Gunawan, kini Jupriyanto masih menjalani rawat inap di RSD dr Haryoto Lumajang. “Padahal, Jupriyanto sudah hampir setahun di tahan dan akhir Agustus depan ia sudah bebas. Ia dipidana setahun atas kasus penipuan yang dilakukannya,” ungkapnya.

Iwan Gunawan juga mengatakan, terjadinya tindakpiana penganiayaanterhadap napi oleh rekan satu selnya ini, juga diduga karena over kuotanya penghuni Lapas yang terletak di Jl. Alun-Alun Timur Lumajang ini. Sebab, saat terjadi penganiayaan, penghuni Lapas tercatat sebanyak 309 napi dari jumlah ideal yang hanya 180 orang napi.

Ke depan, pihak Lapas Kelas 2B Lumajang juga akan meminimalisir potensi kegaduhan dengan terjadinya tindakpidanapenganiayaan yang dilakukan oleh napi kepada napi lainnya. Caranya, dengan menambah jumlah kamera CCTV yang sejauh ini maish minim. “Saat ini Lapas baru memasang 12 CCTV saja, padahal idealnya harus terpasang 30 CCTV untuk memantau semuanya,” pungkas dia.

Sementara itu AKP Kusmindar Kasat Reskrim Polres Lumajang dalam kesempatan terpisah mengatakan, tindak pidana penganiayaan terhadap napi Lapas Kelas 2B Lumajang ini telah ditangani jajarannya. Penyidik juga telah menetapkan 4 tersangka dalam peristiwa tersebut.

“Untuk pemeriksaan, kami lakukan di Lapas dengan memerintahkan penyidik ke sana. Untuk penuntutan tidak bisa dilakukan sekarang, karena mereka masih menjalani pidana atas kasusnya terlebih dahulu. Nanti setelah mereka bebas, maka akan diproses kembali untuk kasus penganiayaan ini,” kata AKP Kusmindar. (her/ain/rst) suara surabaya.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »