Aktifitas Tambang Timah Rusak Lingkungan

Bangka (wartaonline.co.id) 6/5
Aktifitas pertambangan timah dilaut sungailiat kabupaten bangka, bangka belitung yang melakukan pencemaran dan merusak terumbu karang dimana nelayan mencari ikan  semakin marak terjadi, tidak hanya para nelayan yang dirugikan,
sejumlah tempat wisata juga tercemar akibat pertambangan yang dilakukan tanpa memperhatikan lingkungan baik oleh para pengusaha tambang yang mempunyai izin  maupun tambang ilegal yang melakukan aktifitas pertambangannya dilaut bangka belitung.
Hal ini mengundang reaksi keras dari wahana lingkungan hidup bangka belitung serta para pengelola tempat wisata yang merasa terganggu dengan adanya aktifitas pertambangan ini.
maraknya aktifitas pertambangan yang terjadi dilaut bangka belitung  dengan tidak memperhatikan lingkungan hidup, mengundang reaksi keras oleh organisasi wahana lingkungan hidup  dan sejumlah pengelola tempat wisata yang berada dikawasan pantai  dibangka belitung.
penambangan pasir timah yang dilakukan dikawasan laut sungailiat kabupaten bangka, bangka belitung smakin hari semakin menjadi, dan merusak lingkungan kawasan laut terutama terumbu karang dimana tempat biota laut hidup yang dijadikan tempat tangkapan nelayan tradisional.
selain merusak terumbu karang yang merugikan para nelayan tradisional dilaut  sungailiat bangka, belasan kapal isap produksi milik perusahaan pt timah melakukan aktifitasnya penambangan timah disejumlah tempat dekat dengan tempat wisata yang berada dikabupaten bangka/ bangka belitung.
direktur walhi bangka bangka/ ratno budi, selasa siang mendatangi langsung tempat aktifitas penambangan di wilayah perairan sungailiat/ terutama terhadap aktivitas penambangan di kawasan area pariwisata dan wilayah tangkap nelayan tradisional/ menggunakan kapal speedboat.
saat mendatangi tempat aktivitas penambangan tambang inkonvensional, tambang timah apung ilegal serta kapal isap produksi KIP, milik PT Timah  di perairan sungailiat kabupaten bangka ini , direktur walhi, ratno budi, berorasi menggunakan alat pengeras suara dan meminta supaya menghentikan aktifitas penambangan diperairan laut sungailiat, karena dianggap melanggar undang undang tata ruang yang diatur oleh negara bahwa tidak ada aktifitas penambangan dikawasan perairan pantai dan laut sungailiat.
dalam hal ini direktur walhi mendesak ke pihak perusahaan pt.timah dan pemerintah kabupaten bangka agar serius menaggapi terhadap aktivitas penambangan dikawasan tersebut, karena dinilai telah merusak keindahan dan kehidupan biota laut.
walhi babel juga mengharapkan pemda kabupaten bangka dan aparat penegak hukum segera melakukan penindakan tegas terhadap para pelaku pertambangan yang sudah secara terang terangan merusak lingkungan kawasan laut bangka belitung//
 
ketua harian perhimpunan hotel dan restauran indonesia, PHRI Bambang pati jaya, menyesalkan lambannya tindakan dari pemerintah daerah kabupaten bangka dalam menyelesaikan dan menanggapi mengenai aktifitas penambangan oleh kapal isap produksi KIP dikawasan  pariwisata yang berdampak buruk terhadap keindahan pariwisata yang dinilai telah merusak fisik dan daya tarik wisata.
 
Mohamad salah satu aktivis peduli lingkungan mengatakaan apabila aktifitas pertambangan pasir Timah tidak segera dihentikan, walhi Bangka Belitung bersama para nelayan dan pengelola wisata dikabupaten Bangka pekan depan mengancam akan  melakukan aksi penolakan ke tengah laut  terhadap segala bentuk aktivitas penambangan di kawasan laut kabupaten bangka, bangka belitung,  dengan mendatangi kapal isap dan  TI  apung agar segera menghentikan aktivitas  penambangan yang dinilai selama ini telah merusak perairan pantai pantai sungailiat,kabupaten bangka bangka belitun. (fat/sob)
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »