Tarif Listrik Industri Bakal Naik Awal Mei 2014

Surabaya (wartajatim.com) 18/4 – Kenaikan tarif listrik di area jawa timur akan di berlakukan pada awal mei 2014. Ada sekitar 2.210 pelanggan industri golongan I3 dan I4 pelanggan di Jawa Timur akan terkena kenaikan tarif listrik. Dengan perincian, 2.195 pelanggan kategori I3 dan 15 pelanggan kategori I4.

“Seluruhnya akan terkena kenaikan, baik I3 dan I4 yang terbuka maupun yang tidak. Di Jatim, jumlah pelanggan I3 mencapai 2.195 industri dan I4 mencapai 15 industri. Hanya saja, kenaikan berbeda. Untuk yang tidak tbk. sejauh ini kami masih belum bisa memastikan kenaikan akan mencapai berapa persen,” ujar Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Area Distribusi Jatim, Arkad Matulu di kantornya, Surabaya, Kamis (17/4/2014).

Ia mengatakan kenaikan ini tidak bisa dihindari karena telah menjadi keputusan Menteri ESDM. Kenaikan akan diberlakukan secara bertahap setiap dua bulan sekali per 1 Mei dengan besaran yang berbeda.

Namun sesuai dengan Permen ESDM, kenaikan sebesar 8,6 persen akan diberlakukan untuk pelanggan golongan I3 yang tbk. dan sebesar 13,3 persen untuk pelanggan golongan I4. Dengan demikian, kumulatif kenaikan tarif listrik bagi golongan I3 yang tbk. mencapai 38,9 persen dan golongan i4 mencapai 64,7 persen. Kelompok I3 adalah pelanggan dengan daya 200 kilovolt ampere (kVA) hingga 30.000 kVA dan kelompok I4 adalah pelanggan dengan daya diatas 30.000 kVA.

“Untuk saat ini, kami sedang melakukan beberapa persiapan, diantaranya dengan melakukan penggantian sistem billing atau pembayaran,” katanya.

Hanya saja ia masih belum bisa mengatakan berapa nilai kenaikan pendapatan yang akan diperoleh PLN Distribusi Jatim paska kenaikan tersebut. Sejauh ini target pendapatan pada tahun ini masih tetap Rp 24,173 triliun, naik sebesar 8 persen dibanding realisasi pendapatan tahun 2013 yang mencapai Rp 22 triliun. Sementara kontribusi sektor industri sangat mendominasi dengan perkiraaan sebesar 45 persen lebih.

“Kalau kenaikan pendapatan pasti ada sebab sejauh ini listrik industri adalah sektor yang berkontribusi paling besar terhadap pendapatan PLN Jatim, tetapi masih sedang kami hitung dan kami masih belum bisa memastikan berapa kenaikan pendapatan yang akan kami dapatkan dari kenaikan ini,” ujarnya.

Seperti diketahui, berdasarkan Permen ESDM nomor 9 tahun 2014 tentang tarif tenaga listrik yang disediakan PT PNL (Persero), mulai 1 Mei 2014 tarif listrik untuk golongan I3 yang terbuka pada waktu beban puncak (WBP) adalah koefisien dikalikan Rp872 per kilowatt hour (kWh). Koefisien adalah faktor perbandingan antara harga WBP dan luar WBP sesuai karakter beban sistem kelistrikan setempat. Sementara biaya pemakaian listrik diluar WBP mencapai Rp872 per kWh dan kelebihan pemakaian daya reaktif (kVArh) Rp938 per kVArh. Adapun biaya pemakaian listrik golongan I4 Rp819 per kWh pada WBP dan luar WBP sedang biaya kelebihan epmakaian daya reaktif Rp819 per kVArh.(kbc6/sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »