Inkindo sikapi aturan UU Indonesia

“Indonesia’s Cement Industry:

Now and The Future”

Oleh : Suroyya Kinanti

Pertumbuhan penduduk yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun juga berimbas pada peingkatan pembangunan sarana dan prasarana penunjang misalnya seperti: pusat-pusat pendidikan seperti sekolah-sekolah, pusat perbelanjaan, pusat-pusat wisata, pusat hunian atau perumahan, serta sarana penunjang kehidupan lainnya. Peningkatan pembangunan sarana dan prasarana penunjang kehidupan tersebut pada akhirnya membuat melonjaknya permintaan akan bahan-bahan bangunan di antaranya semen.

Berdasarkan survei langsung saya pada tiga pemilik toko bahan bangunan di kelurahan tempat saya tinggal rata-rata masing-masing toko bisa menjual 200 sak semen/per hari, ini merupakan omset penjualan pada momen-momen biasa tapi pada musim proyek mereka bisa menjual sampai 500 sak/per hari.

Dari perhitungan matematis jika satu toko rata-rata menjual 200-500 sak/per hari maka tiga toko dapat menjual 600-1500 sak/per hari, apabila dikalikan 30 hari maka, permintaan semen bisa mencapai 1,8 juta sak – 4,5 juta sak,data ini hanya di ambil dari 3 toko di satu kelurahan padahal di seluruh Indonesia ada kurang lebih 76.655 kelurahan jika masing-masing kelurahan memiliki 3 toko bangunan maka: 3*76.655= 229.965 juta, untuk toko bangunan seluruh Indonesia. Dan apabila 1 toko beromset 1,8 juta-4,5 juta sak semen/per bulan maka seluruh Indonesia 413.937-1034.843 juta sak semen/ per bulan.

Angka perhitungan ini dapat dijadikan acuan bahwa bisnis semen di masa yang akan datang akan lebih menguntungkan mengingat 1 perusahaan semen Indonesia beserta 5 anak cabang yang di nilai masih belum memenuhi permintaan semen dalam negri, hal ini dapat dilihat dalam tabel berikut ini.

Pabrik Kebutuhan masyarakat
5 pabrik dalam 1 tahun menghasilkan :

*17,2 juta ton/tahun

*1,8-4,5 juta sak/per bulan

*4967.244-12481.12 sak/tahun

 

Jadi untuk memcukupi kebutuhan semen dalam negri kita membutuhkan pembangunan beberapa pabrik baru dengan tujuan dapat menghasilkan omset yang sama, apalagi untuk memenuhi permintaan pasar asia yang mencapai sekian juta sak/per bulan.

bukan suatu hal yang sulit untuk mendirikan pabrik-pabrik semen baru untuk memenuhi kebutuhan pasar asia mengingat omsetnya yang sangat tinggi serta beberapa bahan bakuyang telah tersedia di kawasan inonesia seperti:

1.batu kapur yang sebagian besar terdapat di pulau Sumatra, serta terdapat di beberapa propinsi seperti Kalimantan timur, Kalimantan tengah dan jawa timur

2.batu silica: Batu Silika/Silikon ini berada di wilayah pesisir Krui Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung Indonesia, yang keberadaannya perlu di perhatikan maupun di kelola menjadi sesuatu yang dapat bermanfaat dan menguntungkan

3. Pasir besi: banyak terdapat di Pantai Cilacap,Jateng.

4. Tanah liat: banyak terdapat di dataran rendah di Pulau Jawa dan sumatera.

Daearah-daerah penghasil bahan-bahan pokok semen trsebut dapat menjadi tempat yang strategis untuk pembangunan pabrik-pabrik yang baru, pembangunan pabrik di lokasi penghasil bahan pokok tersebut juga dapat bermanfaat untuk penduduk lokasi sekitar mencari peluang usaha serta secara tidak langsung dapat mengurangi jumlah pengangguran di daerah tersebut yang saat ini PT.semen Indonesia memiliki 7.252 karyawan, secara otomatis pabrik baru akan akan membutuhkan karyawan yang sama apabila kapasitas pabrik baru sama dengan pabrik lainnya.

Dapat di prediksikan apabila yang akan datang ada lima atau sepuluh pabrik baru maka secara bertahap pengangguran di indonsia yang saat ini mencapai angka7,24 juta orang atau sekitar 6,03 % akan berkurang sehingga dapat menjadi Indonesia yang lebih baik

Tak hanya di kawasan Indonesia PT.semen Indonesia pun harus memperluas wilayah di kawasan asia. Menambah perusahaan baru, menjadikan produk semen Indonesia lebih unggul dari pada produk lain serta membuat dunia percaya bahwa semen Indonesia mampu bersaing dengan produk lain/ produk luar negri, mengelola dan memanfaatkan sistem sumber daya alam (SDA) sehingga dapat terus di manfaatkan sampai generasi yang akan datang, dan memperbaiki sistem sumber daya manusia (SDM) di mulai dari pendidikan terutama untuk anak-anak sehingga mereka dapat menjadi generasi peneurus yang unggul dan mampu bersaing dengan dunia menatap masa depan cerah untuk membawa Indonesia lebih baik.

Serta mempertahakan system kinerja saat ini sehingga dapat terus menjadi kebanggan Indonesia. Dan mempertahankan system kepemilikan atau saham tetap menjadi milik inonesia karena saat ini hampir seluruh perusahaan besar di Indonesia hak kepemilikan perusahaan berada di tangan orang asing.

Peralatan elektronik, makanan, transportasi dan lain sebagainya yang ada di Indonesia hampir keseluruhannya di kuasai orang asing. Mereka punya pendidikan dan modal yang bias di acungi jempol yang bias mengelola bahan baku yng demikian rupa menjadi sesuatu yang istimewa, tetap Indonesia tidak memiliki itu pendidikan anak yang kurang serta modal yang bergantung pada orang lain tapi indonesia memiliki semua pondasinya Indonesia memiliki bahan bakunya, kekeyaan alam inonesia mampu menghasilkan apa yang mereka cari oleh karena itu kita sebagai warga inonesia harus mengelola dengan baik sehingga Indonesia sendiri dapat menciptakan sendiri produk yang bermanfaat dan berkualitas.

Perusahaan-perusahaan besar di Indonesia yang atas nama orang asing saat ini karyawannya adalah orang Indonesia tapi entah 10 tahun yang akan datang atau pada generasi-generasi yang akan datang mungkin kepemilikan serta karyawan perusahaan-perusahaan terkanal sudah di kuasai orang asing dan yang akan datang tak menutup kemungkinan bukan hanya perusahaan saja yang menjadi milik mereka tetapi lambat tahaun beberapadari mereka akan tinggal di Indonesia tidak hanya untuk sementara waktu saja tapi juga dalam kurung waktu yang lama.

Oleh karena itu pendidikan anak di Indonesia harus menjadi yang utama agar bias meneruskan cita-cita Indonesia serta kekeyaan-kekayaan alam Indonesia harus di lestarikan dan tetap menjadi hak milik Indonesia. Sama halnya seperti saham dan kepemilikan PT.Semen Indonesia yang “DULU KINI DAN NANTI” harus tetep di pertahankan manjadi milik Indonesia, agar anak-anak bangsa inodonesia memiliki produk milik sendiri yang berkualitas dan dapat di banggakan. (ssk/@)

 

 

“Indonesia’s Cement Industry:

Now and The Future”

Oleh : Suroyya Kinanti

Pertumbuhan penduduk yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun juga berimbas pada peingkatan pembangunan sarana dan prasarana penunjang misalnya seperti: pusat-pusat pendidikan seperti sekolah-sekolah, pusat perbelanjaan, pusat-pusat wisata, pusat hunian atau perumahan, serta sarana penunjang kehidupan lainnya. Peningkatan pembangunan sarana dan prasarana penunjang kehidupan tersebut pada akhirnya membuat melonjaknya permintaan akan bahan-bahan bangunan di antaranya semen.

Berdasarkan survei langsung saya pada tiga pemilik toko bahan bangunan di kelurahan tempat saya tinggal rata-rata masing-masing toko bisa menjual 200 sak semen/per hari, ini merupakan omset penjualan pada momen-momen biasa tapi pada musim proyek mereka bisa menjual sampai 500 sak/per hari.

Dari perhitungan matematis jika satu toko rata-rata menjual 200-500 sak/per hari maka tiga toko dapat menjual 600-1500 sak/per hari, apabila dikalikan 30 hari maka, permintaan semen bisa mencapai 1,8 juta sak – 4,5 juta sak,data ini hanya di ambil dari 3 toko di satu kelurahan padahal di seluruh Indonesia ada kurang lebih 76.655 kelurahan jika masing-masing kelurahan memiliki 3 toko bangunan maka: 3*76.655= 229.965 juta, untuk toko bangunan seluruh Indonesia. Dan apabila 1 toko beromset 1,8 juta-4,5 juta sak semen/per bulan maka seluruh Indonesia 413.937-1034.843 juta sak semen/ per bulan.

Angka perhitungan ini dapat dijadikan acuan bahwa bisnis semen di masa yang akan datang akan lebih menguntungkan mengingat 1 perusahaan semen Indonesia beserta 5 anak cabang yang di nilai masih belum memenuhi permintaan semen dalam negri, hal ini dapat dilihat dalam tabel berikut ini.

Pabrik Kebutuhan masyarakat
5 pabrik dalam 1 tahun menghasilkan :

*17,2 juta ton/tahun

*1,8-4,5 juta sak/per bulan

*4967.244-12481.12 sak/tahun

 

Jadi untuk memcukupi kebutuhan semen dalam negri kita membutuhkan pembangunan beberapa pabrik baru dengan tujuan dapat menghasilkan omset yang sama, apalagi untuk memenuhi permintaan pasar asia yang mencapai sekian juta sak/per bulan.

bukan suatu hal yang sulit untuk mendirikan pabrik-pabrik semen baru untuk memenuhi kebutuhan pasar asia mengingat omsetnya yang sangat tinggi serta beberapa bahan bakuyang telah tersedia di kawasan inonesia seperti:

1.batu kapur yang sebagian besar terdapat di pulau Sumatra, serta terdapat di beberapa propinsi seperti Kalimantan timur, Kalimantan tengah dan jawa timur

2.batu silica: Batu Silika/Silikon ini berada di wilayah pesisir Krui Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung Indonesia, yang keberadaannya perlu di perhatikan maupun di kelola menjadi sesuatu yang dapat bermanfaat dan menguntungkan

3. Pasir besi: banyak terdapat di Pantai Cilacap,Jateng.

4. Tanah liat: banyak terdapat di dataran rendah di Pulau Jawa dan sumatera.

Daearah-daerah penghasil bahan-bahan pokok semen trsebut dapat menjadi tempat yang strategis untuk pembangunan pabrik-pabrik yang baru, pembangunan pabrik di lokasi penghasil bahan pokok tersebut juga dapat bermanfaat untuk penduduk lokasi sekitar mencari peluang usaha serta secara tidak langsung dapat mengurangi jumlah pengangguran di daerah tersebut yang saat ini PT.semen Indonesia memiliki 7.252 karyawan, secara otomatis pabrik baru akan akan membutuhkan karyawan yang sama apabila kapasitas pabrik baru sama dengan pabrik lainnya.

Dapat di prediksikan apabila yang akan datang ada lima atau sepuluh pabrik baru maka secara bertahap pengangguran di indonsia yang saat ini mencapai angka7,24 juta orang atau sekitar 6,03 % akan berkurang sehingga dapat menjadi Indonesia yang lebih baik

Tak hanya di kawasan Indonesia PT.semen Indonesia pun harus memperluas wilayah di kawasan asia. Menambah perusahaan baru, menjadikan produk semen Indonesia lebih unggul dari pada produk lain serta membuat dunia percaya bahwa semen Indonesia mampu bersaing dengan produk lain/ produk luar negri, mengelola dan memanfaatkan sistem sumber daya alam (SDA) sehingga dapat terus di manfaatkan sampai generasi yang akan datang, dan memperbaiki sistem sumber daya manusia (SDM) di mulai dari pendidikan terutama untuk anak-anak sehingga mereka dapat menjadi generasi peneurus yang unggul dan mampu bersaing dengan dunia menatap masa depan cerah untuk membawa Indonesia lebih baik.

Serta mempertahakan system kinerja saat ini sehingga dapat terus menjadi kebanggan Indonesia. Dan mempertahankan system kepemilikan atau saham tetap menjadi milik inonesia karena saat ini hampir seluruh perusahaan besar di Indonesia hak kepemilikan perusahaan berada di tangan orang asing.

Peralatan elektronik, makanan, transportasi dan lain sebagainya yang ada di Indonesia hampir keseluruhannya di kuasai orang asing. Mereka punya pendidikan dan modal yang bias di acungi jempol yang bias mengelola bahan baku yng demikian rupa menjadi sesuatu yang istimewa, tetap Indonesia tidak memiliki itu pendidikan anak yang kurang serta modal yang bergantung pada orang lain tapi indonesia memiliki semua pondasinya Indonesia memiliki bahan bakunya, kekeyaan alam inonesia mampu menghasilkan apa yang mereka cari oleh karena itu kita sebagai warga inonesia harus mengelola dengan baik sehingga Indonesia sendiri dapat menciptakan sendiri produk yang bermanfaat dan berkualitas.

Perusahaan-perusahaan besar di Indonesia yang atas nama orang asing saat ini karyawannya adalah orang Indonesia tapi entah 10 tahun yang akan datang atau pada generasi-generasi yang akan datang mungkin kepemilikan serta karyawan perusahaan-perusahaan terkanal sudah di kuasai orang asing dan yang akan datang tak menutup kemungkinan bukan hanya perusahaan saja yang menjadi milik mereka tetapi lambat tahaun beberapadari mereka akan tinggal di Indonesia tidak hanya untuk sementara waktu saja tapi juga dalam kurung waktu yang lama.

Oleh karena itu pendidikan anak di Indonesia harus menjadi yang utama agar bias meneruskan cita-cita Indonesia serta kekeyaan-kekayaan alam Indonesia harus di lestarikan dan tetap menjadi hak milik Indonesia. Sama halnya seperti saham dan kepemilikan PT.Semen Indonesia yang “DULU KINI DAN NANTI” harus tetep di pertahankan manjadi milik Indonesia, agar anak-anak bangsa inodonesia memiliki produk milik sendiri yang berkualitas dan dapat di banggakan. (ssk/@)

 

“Indonesia’s Cement Industry:

Now and The Future”

Oleh : Suroyya Kinanti

Pertumbuhan penduduk yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun juga berimbas pada peingkatan pembangunan sarana dan prasarana penunjang misalnya seperti: pusat-pusat pendidikan seperti sekolah-sekolah, pusat perbelanjaan, pusat-pusat wisata, pusat hunian atau perumahan, serta sarana penunjang kehidupan lainnya. Peningkatan pembangunan sarana dan prasarana penunjang kehidupan tersebut pada akhirnya membuat melonjaknya permintaan akan bahan-bahan bangunan di antaranya semen.

Berdasarkan survei langsung saya pada tiga pemilik toko bahan bangunan di kelurahan tempat saya tinggal rata-rata masing-masing toko bisa menjual 200 sak semen/per hari, ini merupakan omset penjualan pada momen-momen biasa tapi pada musim proyek mereka bisa menjual sampai 500 sak/per hari.

Dari perhitungan matematis jika satu toko rata-rata menjual 200-500 sak/per hari maka tiga toko dapat menjual 600-1500 sak/per hari, apabila dikalikan 30 hari maka, permintaan semen bisa mencapai 1,8 juta sak – 4,5 juta sak,data ini hanya di ambil dari 3 toko di satu kelurahan padahal di seluruh Indonesia ada kurang lebih 76.655 kelurahan jika masing-masing kelurahan memiliki 3 toko bangunan maka: 3*76.655= 229.965 juta, untuk toko bangunan seluruh Indonesia. Dan apabila 1 toko beromset 1,8 juta-4,5 juta sak semen/per bulan maka seluruh Indonesia 413.937-1034.843 juta sak semen/ per bulan.

Angka perhitungan ini dapat dijadikan acuan bahwa bisnis semen di masa yang akan datang akan lebih menguntungkan mengingat 1 perusahaan semen Indonesia beserta 5 anak cabang yang di nilai masih belum memenuhi permintaan semen dalam negri, hal ini dapat dilihat dalam tabel berikut ini.

Pabrik Kebutuhan masyarakat
5 pabrik dalam 1 tahun menghasilkan :

*17,2 juta ton/tahun

*1,8-4,5 juta sak/per bulan

*4967.244-12481.12 sak/tahun

 

Jadi untuk memcukupi kebutuhan semen dalam negri kita membutuhkan pembangunan beberapa pabrik baru dengan tujuan dapat menghasilkan omset yang sama, apalagi untuk memenuhi permintaan pasar asia yang mencapai sekian juta sak/per bulan.

bukan suatu hal yang sulit untuk mendirikan pabrik-pabrik semen baru untuk memenuhi kebutuhan pasar asia mengingat omsetnya yang sangat tinggi serta beberapa bahan bakuyang telah tersedia di kawasan inonesia seperti:

1.batu kapur yang sebagian besar terdapat di pulau Sumatra, serta terdapat di beberapa propinsi seperti Kalimantan timur, Kalimantan tengah dan jawa timur

2.batu silica: Batu Silika/Silikon ini berada di wilayah pesisir Krui Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung Indonesia, yang keberadaannya perlu di perhatikan maupun di kelola menjadi sesuatu yang dapat bermanfaat dan menguntungkan

3. Pasir besi: banyak terdapat di Pantai Cilacap,Jateng.

4. Tanah liat: banyak terdapat di dataran rendah di Pulau Jawa dan sumatera.

Daearah-daerah penghasil bahan-bahan pokok semen trsebut dapat menjadi tempat yang strategis untuk pembangunan pabrik-pabrik yang baru, pembangunan pabrik di lokasi penghasil bahan pokok tersebut juga dapat bermanfaat untuk penduduk lokasi sekitar mencari peluang usaha serta secara tidak langsung dapat mengurangi jumlah pengangguran di daerah tersebut yang saat ini PT.semen Indonesia memiliki 7.252 karyawan, secara otomatis pabrik baru akan akan membutuhkan karyawan yang sama apabila kapasitas pabrik baru sama dengan pabrik lainnya.

Dapat di prediksikan apabila yang akan datang ada lima atau sepuluh pabrik baru maka secara bertahap pengangguran di indonsia yang saat ini mencapai angka7,24 juta orang atau sekitar 6,03 % akan berkurang sehingga dapat menjadi Indonesia yang lebih baik

Tak hanya di kawasan Indonesia PT.semen Indonesia pun harus memperluas wilayah di kawasan asia. Menambah perusahaan baru, menjadikan produk semen Indonesia lebih unggul dari pada produk lain serta membuat dunia percaya bahwa semen Indonesia mampu bersaing dengan produk lain/ produk luar negri, mengelola dan memanfaatkan sistem sumber daya alam (SDA) sehingga dapat terus di manfaatkan sampai generasi yang akan datang, dan memperbaiki sistem sumber daya manusia (SDM) di mulai dari pendidikan terutama untuk anak-anak sehingga mereka dapat menjadi generasi peneurus yang unggul dan mampu bersaing dengan dunia menatap masa depan cerah untuk membawa Indonesia lebih baik.

Serta mempertahakan system kinerja saat ini sehingga dapat terus menjadi kebanggan Indonesia. Dan mempertahankan system kepemilikan atau saham tetap menjadi milik inonesia karena saat ini hampir seluruh perusahaan besar di Indonesia hak kepemilikan perusahaan berada di tangan orang asing.

Peralatan elektronik, makanan, transportasi dan lain sebagainya yang ada di Indonesia hampir keseluruhannya di kuasai orang asing. Mereka punya pendidikan dan modal yang bias di acungi jempol yang bias mengelola bahan baku yng demikian rupa menjadi sesuatu yang istimewa, tetap Indonesia tidak memiliki itu pendidikan anak yang kurang serta modal yang bergantung pada orang lain tapi indonesia memiliki semua pondasinya Indonesia memiliki bahan bakunya, kekeyaan alam inonesia mampu menghasilkan apa yang mereka cari oleh karena itu kita sebagai warga inonesia harus mengelola dengan baik sehingga Indonesia sendiri dapat menciptakan sendiri produk yang bermanfaat dan berkualitas.

Perusahaan-perusahaan besar di Indonesia yang atas nama orang asing saat ini karyawannya adalah orang Indonesia tapi entah 10 tahun yang akan datang atau pada generasi-generasi yang akan datang mungkin kepemilikan serta karyawan perusahaan-perusahaan terkanal sudah di kuasai orang asing dan yang akan datang tak menutup kemungkinan bukan hanya perusahaan saja yang menjadi milik mereka tetapi lambat tahaun beberapadari mereka akan tinggal di Indonesia tidak hanya untuk sementara waktu saja tapi juga dalam kurung waktu yang lama.

Oleh karena itu pendidikan anak di Indonesia harus menjadi yang utama agar bias meneruskan cita-cita Indonesia serta kekeyaan-kekayaan alam Indonesia harus di lestarikan dan tetap menjadi hak milik Indonesia. Sama halnya seperti saham dan kepemilikan PT.Semen Indonesia yang “DULU KINI DAN NANTI” harus tetep di pertahankan manjadi milik Indonesia, agar anak-anak bangsa inodonesia memiliki produk milik sendiri yang berkualitas dan dapat di banggakan. (ssk/@)

 

 

Surabaya (wartaonline.co.id) 28/4

Sent from BlackBerry® on 3Para konsultan proyek belakangan ini dirundung keresahan saat bekerja. Pasalnya ada beberapa pihak yang berupaya memperkarakan pekerjaan para konsultan tersebut. Diantaranya para LSM yang kerap mengambil foto proyek dan kemudian menyerahkannya atau melaporkan ke polisi.
Dikatakan Irfiandi Basuki, Ketua DPP Inkindo Jatim, belakangan ini pihaknya dan para pengawas proyek di lapangan resah. Pasalnya banyak masalah hukum yang selalu mengincar.
“Kita sekarang kerja tidak tenang. Utamanya terkait masalah hukum. Karena banyak LSM yang ambil foto-foto proyek dan kemudian dilaporkan polisi. Jadi pengawas di lapangan saat ini resah saat kerja,” kata Irfiandi disela-sela acara Musyawarah Provinsi Inkindo (Ikatan Konsultan Indonesia) Jatim, Senin (28/4) di Hotel Bumi, Surabaya.
Sehubungan dengan itu, pihaknya berharap adanya kerjasama yang baik semua pihak. Dengan begitu imbasnya pelaksanaan proyek bisa berjalan lancar.
“Jangan sampai para pengawas di lapangan tidak bisa kerja secara maksimal, karena terkena urusan hukum. Padahal mereka telah berusaha menjalankan tugasnya dengan benar,” tuturnya.
Ditambahkan Irfiandi, hal lain yang masih menjadi persoalan hingga saat ini adalah persoalan Billing Rate untuk konsultan telah ditetapkan sebesar Rp 30 juta oleh Kementerian PU. Namun sayangnya kebijakan serta ketentuan tersebut belum sampai ke tingkat daerah.
“Kita apresiasi biling rate yang ditetapkan oleh Kementerian PU tersebut yang telah menghargai kami. Tapi sayangnya kebijakan itu belum sampai atau tersosialisasi hingga ke  Kab dan Kota. Di Kab dan Kota, kebijakan masih mengacu  besarnya antara 1-2 persen dari nilai proyek,” tandasnya.
Sementara itu Wakil Menteri PU, Akhmad Hermanto Dardak, peran Inkindo Jatim sangat vital apalagi menjelang pelaksanaan Asian Community 2015 mendatang. Kesiapan sumber daya manusia harus menjadi prioritas.
“Saya lihat Jatim menjadi pelopor. Karena tahun depan kita sudah dihadapkan dengan tatanan yang riil,” katanya.
Lebih lanjut Hermanto Dardak menuturkan bahwa pihaknya menyadari dalam melakukan fungsinya, banyak   tantangan  riil yang dihadapi. Adapun cara menghadapinya harus bijaksana dan tetap harus memiliki visi.
“Itu harapan kami,” tuturnya.
Menurut Hermanto, pihaknya berharap Inkindo Jatim bisa juga mencari alternatif energi yang berwawasan lingkungan. Utamanya tahun depan berkompetisi dengan Asean. Dicontohkan bahwa ada tantangan pembangunan di Jatim, seperti waduk Nipah. Seperti kondisi masyarakatnya.
“Kita berharap Inkindo bisa membantu hal ini. Peran konsultan diharapkan bisa menyelesaikan masalah ini,” kata Hermanto.
Ditambahkan, terkait Billing Rate sebesar Rp 30 juta untuk jasa konsultan, dalam hal ini pemerintah inginnya membina para konsultan. Apalagi di Kepmen PU, ‘harga’ konsultan dianggap sudah layak atau lebih tinggi dari sebelumnya. Harapan kita dengan itu, para konsultan bisa profesional dalam bertugas.
“Dengan kondisi itu, kita berharap para konsultan bisa beretika dalam menjalankan profesinya serta tepat waktu dalam menyelesaikan proyek,” tandasnya.
Di Tahun 2013, Kementrian PU telah melakukan riset dan penelitian terkait kinerja jasa konsultan yang ada di Indonesia. Untuk se Indonesia sendiri jumlahnya mencapai sekitar 7000 dan di Jawa Timur mencapai sekitar 500 orang.
Hasil dari survey yakni ternayat masih ada konsultan yang belum memiliki soft ware untuk mendukung pekerjaannya. Hasil pekerjaan konsultan belum sepenuhnya baik. Tingkat kerincian detail pembangunan belum terpenuhi. Serta pada saat pelaksanaan berlangsung juga sepenuhnya bagus.
“Hasil kajian tersebut menjadi PR kita bersama untuk memperbaikinya,” ungkapnya (Wan/sob)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »